PRIVAT PLC/Belajar PLC/Trainning PLC/Kursus PLC/Pelatihan PLC/Jasa Install PLC

BELAJAR PLC SERANG,,belajar cara membuat layar screen HMI got1000, rangkaian stardelta, pasang install inverter motor, kursus di serang banten, Buku PLC, Jual Buku PLC, mitsubishi kursus, kursus PLC, Trainning PLC, Pelatihan PLC, buku panduan PLC Omron, Belajar PLC Omron CP1, Belajar PLC Siemens S7 200 MicroWin, Belajar Inverter, Belajar HMI , GT Designer 3, Belajar CX Programmer CP1E, PLC/MITSUBISHI PLC, SIEMENS PLC,Belajar PLC Online, Jasa Program PLC, belajar plc,buku PLC, belajar plc Panasonic FP Win Pro7, Belajar Servo Motor , Jasa Program PLC/Jasa Upgrade PLC/Jasa Upgrade Melservo/Jasa Program Melservo/ Jasa Renewal Servo MRJ2S-MRJ4S / Jasa Program Servo Motor/ Jasa Program Barcode SR1000 / Jasa Pembuatan Training KIt PLC & Servo Belajar PLC/Private PLC/Trainning/Jasa Programming PLC/Upgrade PLC/Renewal Servo MRJ2S Jasa Install Barcode System SR1000 dengan PLC Jasa install Sorting part Jasa install Training Kit PLC & Servo Jasa Install HMI GOT 1000 & GOT 2000 GT Designer3 Jasa Program HMI GOT1000 & GOT 2000 Jasa Program Servo Jasa Upgrade Servo Jasa Program PLC Jasa Instal Inverter Jasa Program,

Sunday, December 11, 2016

Fungsi PLS dan PLF pada PLC Mitsubishi

Kali ini saya akan menjelaskan cara kerja PLS dan PLF.
PULSE / PLS
1. PLS atau Pulse, pola kerjanya adalah instruksi ini hanya akan mengeluarkan output 1x /          One Scan. Meskipun inputnya dibuat ON terus menerus.

PLS sering diaplikasikan untuk Load atau trigger ON. Sebagai pemicu ON, yang sinyalnya hanya kita butuhkan 1x. Pada beberapa merek PLC lain ada yang menyebutnya, Diferential Up, atau Positive Transition.
Contoh sederhananya, untuk safety perintah auto start proses. Perbedaannya adalah, dengan kontak NO biasa, jika kontak terjadi short/ON terus-menerus, maka proses akan berulang/repeat. Jika menggunakan PLS hanya satu kali proses dan akan berfungsi normal jika push button yg short diganti dengan yang normal.


PLF / PULF
PLF kebalikan dari PLS. Instruksi ini akan ON setelah Trigger/perintahnya OFF, hanya 1x /One Scan. Pada merek PLC lain menyebutnya, Differential Down, atau Negative Transition.
PLF sering digunakan untuk menyatakan 1 proses atau siklus telah selesai di eksekusi, finish signal.
Contoh aplikasi sederhananya adalah, untuk menyatakan finish proses mesin, yang kemudian divisualkan dalam bentuk Product Counter/Penghitung Barang Jadi/Finish Good.



PLS & PLF

Instruksi PLS dan PLF atau disebut Rising Pulse dan Falling Pulse pada PLC Mitsubishi., adalah intruksi ON berupa signal pulsa. Instruksi ini rata-rata merk PLC menggunakannya, hanya istilahnya saja berbeda :

Rising Pulse & Falling Pulse (PLS & PLF) --> PLC Mitsubishi

Differential Up & Differential Down (DIFU & DIFD) --> PLC Omron

Positive Transition & Negative Transition --> PLC Siemens

Berikut ini Penjelasannya:

Rising Pulse --> PLS

Bisa disederhanakan menyebutnya dengan PULSA NAIK. Karena hanya memberi Pulse/ON sekali dan selanjutnya OFF/One Scan. Ketika suatu perintah tombol ditekan terus, maka hanya akan ON sekali saja. Kemudian jika tombol dilepas dan ditekan terus sekali lagi, akan kembali ON sekali lagi / One Scan.

Pulse pada Input (Rising Pulse)



Pulse Pada Output





Falling Pulse --> PLF

Bisa disederhanakan menyebutnya dengan PULSA JATUH.Ini adalah kebalikan dari sebelumnya. Perintah ini akan memberi Pulse/ON ketika trigger atau pemicu perintah direlease, dan hanya  sekali ON dan selanjutnya akan OFF(One Scan). Ketika suatu perintah tombol ditekan terus, tidak akan memberi Pulsa/ON sebelum tombol dilepas.Dan tipikalnya pun sama hanya akan ON sekali saja






Instruksi diatas sudah saya kemas apik (versi saya😊) dalam Buku Panduan PLC. Penuh tips dan intriks dari tingkat dasar sampai advance😁😁. Silahkan bagi yang ingin mempelajarinya🙏.

Pesan buku klik Link dibawah ini:


Contoh Ladder Instruksi Pulse PLS, Instruksi Pulf PLF, 

0 komentar:

Post a Comment